Ketahui cara belajar tehnik elektronik yang benar untuk dunia kerja

Elektronika adalah alat teknologi paling banyak digunakan di jaman sekarang, dibalik kecanggihan benda mahal tersebut tersimpan ladang usaha yang sangat menggiurkan. Ya apalagi kalau bukan mekanik atau teknisi, menjadi seorang teknisi memang tidak mudah. Pada dasarnya kebanyakan teknisi itu mereka mengawali karir dari sebuah hobi. Jadi tidak semua orang bisa memaksakan diri menjadi teknisi elektronika. Saya sendiri berawal dari mamang saya dulu, yang pernah membuatkan saya kincir angin dari bekas mainan kereta api. Sejak saat itulah saya mulai menyukai dunia teknologi elektro, perjalanan agar bisa menjadi teknisi profesional lumayan panjang.

Kita harus belajar secara materi terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap praktek, sebab dunia servis itu mahal. Bagian paling mahal dari dunia bengkel servis adalah sparepart, nah ini yang harus diperhatikan. Kebanyakan dari teknisi pemula dia langsung praktek, sebenarnya tidak ada salah nya sih. Hanya saja, proses belajarnya akan jauh lebih lama dan tidak terarah. Berikut ini ada beberapa tips dari saya buat kamu yang ingin belajar menjadi tuser elektronika. Tips ini sudah saya susun dan rangkum dari pengalaman dan beberapa sumber yang menurut saya lebih terarah.


1. Kenali berbagai jenis komponen elektro
Komponen elektro adalah benda yang mampu mengelolah listrik, ada banyak jenisnya. Contoh nya Dioda, Resistor, Led, IC, dan juga Capacitor. Kamu wajib memahami fungsi, cara kerja, dan sifat dari masing-masing komponen tersebut. Kemudian bidang pengukuran, setiap komponen terdapat datashet yang berisi informasi mengenai kompone tersebut. Tapi ada juga yang tidak dilengkapi dengan datashet, beberapa komponen berikut tidak ada datashet nya : Resistor, Capacitor, Dioda, Led, dan masih banyak lagi.
Belajar materi memang bikin otak kita tidak bekerja dengan optimal, sebab anak teknik biasanya lebih menyukai praktek daripada materi. Nah aku punya ide gimana caranya biar kamu lebih mudah belajar, pertama buatlah sebuah blog sebagai jurnal harian. Dengan blog kamu bisa mempublikasikan semua hal yang pernah diingat sebelumnya, blog ini adalah salah satu jurnal harian saya. Setiap kali ada pengalaman baru, pastinya saya publikasikan disini biar nggak lupa.

Teknisi smartphone wajib punya penyimpanan unlimited, sebagai gantinya kamu bisa membangun blog dengan dilengkapi beberapa link software khusus agar bisa digunakan ketika dibutuhkan. Satu software lengkapi dengan catatan, bisa berupa tutorial penggunaan dan teknik pencegahan gagal. Jujur deh selama jadi tuser HP berkas yang terkumpul lumayan banyak, saya mengunduh software dan file-file yang dibutuhkan di internet. Sayang banget kalau dihapus, enaknya disimpan. Suatu saat pasti bakalan berguna.


2. Belajar teknik pengukuran dasar
Mengukur adalah hal utama dalam dunia servis, ketika ada alat rusak kita diharuskan mengukur semua komponen yang mengalami kendala. Setiap komponen cara mengukurnya berbeda², pertama pelajari bagaimana cara menghitung nilai resistor dengan menggunakan patokan gelang warna. Kemudian pelajari juga bagaimana cara mengukur nilai hambatan resistor dengan menggunakan alat Ohm Meter. Belajar pastinya langsung praktek, pertama materi dulu catat hasilnya di selembar buku atau blog jurnal catatan pribadi. Setelah diperoleh kesimpulan barulah mencoba teknik pengukuran menggunakan ohm meter, tapi sebelum melakukan pengukuran. Agar hasil yang didapat maksimal, sebaiknya kamu juga mempelajari cara menggunakan multymeter yang baik dan benar. Bayangin begitu rumitnya dunia teknisi, tapi kalau sudah menjadi hobbi semua kegiatan belajar itu bisa jadi lebih menyenangkan sekaligus menantang.

3. Rajinlah membaca dan menonton konten yang berhubungan dengan Teknisi
Dunia internet bisa menambah wawasan kita walapun tidak secara langsung, saya suka sekali menonton konten yang menbahas cara kerja suatu alat. Hampir di semua sosial media saya banyak banget topik yang membahas elektronika. Kalau nonton youtube pastinya belajar servis, ada kok channel yang membahas seputar elektronika. Saran saya hindari menonton konten LifeHack, konten jenis tersebut kebenaranya masih belum diketahui.
Jangan sembarangan, elekro itu cabangnya luas. Pillih topik yang kamu minati saja, misal kamu ingin jadi teknisi HP pastinya harus memilih jenis konten yang berhubungan HP. Mirip seperti dokter, dunia elektro itu luas. Kalau saya berada di kisaran elektro ringan seperti kipas angin, mesin cuci, kulkas, pompa air, dan elektro ringan lain nya. Cukup kuasai satu saja, jangan di ambil semua nantinya bingung ilmu nya gak bisa ke pake secara sempurna.


4. Kumpulkan banyak barang bekas
Barang bekas ronsokan yang sudah rusak bisa kamu beli dengan harga murah, benda ini bisa jadi bahan untuk praktek belajar elektro. Usahakan kamu bisa memilih barang yang masih bisa di perbaiki, masih banyak kok. Sementa benda yang sudah tidak bisa diperbaiki bisa di ambil sparepart nya, bagian original bekas dari ronsokan ternyata harganya mahal. Komponen copotan memiliki daya tahan tersendiri dibanding komponen yang dijual dipasaran. Kumpulkan banyak komponen copotan pasti bakalan berguna di kemudian hari, pekerjaan mengumpulkan memilah dan mendaur ulang barang bekas jadi salah satu pekerjaan kebanyakan bengkel dikala tidak ada pelanggan.

5. Asah kemampuan setiap Hari
Kamu harus bisa training diri sendiri selama satu tahun, walaupun belum menghasilkan cobalah belajar secara terus menerus. Anak orang kaya kebanyakan ikut kursus, tapi kalau nggak ada uang. Internet bisa jadi solusi, ada kipas angin rusak di rumah coba perbaiki siapa tahu berhasil. Jangan pernah takut tambah rusak, karena masih dalam tahap belajar wajar donk kita sebagai teknisi pemula terkadang merusak barang yang sedang diperbaiki. Dalam tahap belajar pastinya butuh uang, kamu harus bisa membeli sejumlah komponen sebagai pengganti. Harga eceran untuk komponen elektro lumayan mahal, satu buah resistor di hargai 15 ribu. Sedangkan kalau beli online 1 bungkus satuanya di jual dengan harga 3ribuan, agar bisa lebih menghemat budget lebih baik kamu membeli secara online.

Semua pelajaran itu berat, terlebih lagi kalau kita tidak menyukainya. Saya punya cerita, dulu awal mula saya suka elektro malas banget belajar. Menghafal warna resistor, belajar mengukur kaki transistor yang bikin saya malah makin bingung. Kemudian ketika saya mulai belajar programer juga begitu, saya harus menghafal berbagai jenis coding. Malas memang, tapi apa mau dikata semuanya sama sama susah. Kamu lihat Youtuber ternama itu, mereka kesulitan mengembangkan konten. Setiap hari harus ada konsep ide konten, alur cerita, syuting, editing, hingga risset. Nggak cocok bagi kaum pemalas, kalau nonton nya emamg mudah terkesan simpel gitu padahal dibalik layar itu jauh lebih rumit.
Jawab Soal seseorang yang selalu memberikan bantuan di internet

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel